Sabtu, 19 Desember 2009

MaCAm" KeSeniAN IsLaM

  • Kesenian Samroh
Pada umumnya kesenian ini banyak digemari dan dilakukan oleh remaja puteri.Samroh ini dapat dikatakan semacam vokal group yang menyanyikan lagu-lagu bernafaskan agama Islam.
Kapan kesenian ini muncul tidak banyak diketahui orang.
Fungsi dari kesenian ini adalah sebagai tontonan/ hiburan.
Jumlah pemain Samroh sekitar 12 - 15 orang.
Ada kalanya puteri semua, ada pula yang putra-putri berusia rata-rata antara 15 - 25 tahun.
Kostum yang dipakai oleh para pemain Samroh ialah realis, yaitu pakaian sehari-hari yang lazim dipakai orang Islam.
Pada pokoknya alat musik yang dipakai adalah rebana.
Dalam perkembangannya kemudian alat-alat musik baru kemudian ditambahkan yaitu tambur, seruling, harmonika dan ketipung.
Walaupun demikian, tidak semua group Samroh/Qosidahan menggunakan semua instrumen-instrumen ini, akan tetapi semua alat-alat tersebut sering dipakai dalam kesenian ini.
Para pemain alat musik biasanya juga merangkap sebagai vokalis. Jumlah vokalis yang khusus tidak tentu bisa banyak dan bisa sedikit. Paling sedikit satu orang tetapi ada juga yang mencapai 9 orang, bahkan ada pula group yang tidak memiliki vokalis khusus sama sekali.
Para pemain musik biasanya sekitar 6 orang.
Ada pula yang mencapai 12 orang, walaupun yang kedua ini sudah jarang ditemui karena yang paling sering ditambah jumlahnya adalah pemain rebana.
Waktu pertunjukan bisa siang, bisa pula malam hari.
Yang paling sering adalah pada malam hari dengan waktu yang tidak tertentu. umumnya sekitar 2 jam.
Pertunjukan ini biasanya bukan merupakan acara yang tunggal tetapi digabungkan dengan acara-acara lain ataupun sebagai salah satu pengisi acara dari rangkaian acara yang telah ada.
  • Nasyid
Nasyid adalah salah satu seni Islam dalam bidang seni suara.Biasanya merupakan nyanyian yang bercorak Islam dan mengandungi kata-kata nasihat, kisah para nabi, memuji Allah, dan yang sejenisnya. Biasanya nasyid dinyanyikan secara acappela dengan hanya diiringi gendang. Metode ini muncul karena banyak ulama Islam yang melarang penggunaan alat musik kecuali alat musik perkusi.Nasyid dipercaya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad.Syair thola'al badru 'alaina (yang artinya telah muncul rembulan di tengah kami)yang kini kerap dinyanyikan oleh tim qosidah dan majelis ta'lim, adalah syair yang dinyanyikan kaum muslimin saat menyambut kedatangan Rasulullah SAW ketika pertama kali hijrah ke Madinah. Nasyid kemudian berkembang seiring dengan situasi dan kondisi saat itu. Misalnya nasyid di Timur Tengah yang banyak mengumandangkan pesan jihad maupun perlawanan terhadap imperialisme Israel lebih banyak dipengaruhi oleh situasi politik yang ada saat itu.Nasyid mulai masuk ke Indonesia sekitar era tahun 80-an. Perkembangannya pada awalnya dipelopori oleh aktivis-aktivis kajian Islam yang mulai tumbuh di kampus-kampus pada masa itu. Pada awalnya yang dinyanyikan adalah syair-syair asli berbahasa Arab. Namun akhirnya berkembang dengan adanya nasyid berbahasa Indonesia dan dengan tema yang semakin luas (tidak hanya tema syahid dan jihad). Biasanya nasyid dinyanyikan dalam pernikahan, maupun perayaan hari besar umat Islam.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar